Hak-hak Wanita dalam Islam ditinjau oleh dua sumber Al Qura'n dan Hadis yang tidak pernah saling bertentangan. Banyak orang memiliki perspektif yang berbeda dan perbedaan yang dapat diberantas dengan menggunakan kutipan dari Qura'n dan Hadis. Seorang Muslim harus menunjukkan rasa terima kasih terhadap Allah (SWT) dan harus mencari kesenangan. Islam percaya pada kesetaraan pria dan wanita. Namun, persamaan tidak berarti identicality. Karakter dari seorang pria dan seorang wanita dalam Islam adalah menjadi menyetujui satu sama lain. Karena seorang pria dan seorang wanita adalah mitra tidak ada yang dapat terlihat untuk supremasi. Selanjutnya, pria dan wanita sahabat satu dan lainnya.
Pertama-tama, pria terpelajar banyak memiliki kesalahpahaman bahwa surga hanya untuk mereka bukan untuk perempuan, kesalahpahaman ini dapat dihilangkan dengan mengutip Qura'n dalam Surah Nisa ayat 4 pasal 124. "Jika melakukan amal saleh, - akan mereka laki-laki atau perempuan - dan memiliki iman, mereka akan masuk Surga, dan tidak sedikit ketidakadilan akan dilakukan untuk mereka". Selain itu dalam Islam seorang wanita telah terangkat karena kehamilan dan kelahiran anak. Baik pria dan wanita memiliki tugas spiritual dan moral yang sama untuk melakukan. Misalnya, mereka berdua berdoa, berpuasa, memberikan zakath, percaya kepada Allah (swt), ingin pergi haji ke Mekkah dan Madinah, dan mereka membaca Syahadah sama sehari-hari ketika mereka bangun di pagi hari. Namun, perempuan telah diberikan beberapa konsepsi dalam Islam. Ketika ia sakit atau hamil, dia tidak harus cepat, namun, ia harus melakukannya nanti ketika dia merasa lebih baik.
Kedua, seorang wanita dapat menafikan atau membuang harta tanpa mengambil saran apapun tidak peduli apakah dia tunggal, atau menikah. Selanjutnya, Women in Islam dapat bekerja jika dia mau, selama ia mempertahankan jilbabnya. Ada beberapa pekerjaan yang dilarang bagi pria dan wanita seperti, Penyelundupan, Film Akting, Modeling, Alkohol Melayani, Judi, dan lain-lain Dalam Islam perempuan memiliki keamanan keuangan yang lebih daripada pria. Sebagai contoh, ketika seorang suami dapat menghabiskan ribuan dolar pada penerimaan maka dia dapat memberikan setidaknya setengah dari itu kepada istrinya sebagai hadiah yang juga dikenal sebagai "Meher". Namun, dalam Islam "Meher" bisa apa-apa karena itu adalah hadiah, tapi karena ia menghabiskan begitu banyak pada satu hari, dia bisa membelinya untuk memberikan setidaknya setengah dari itu kepada istrinya. Apakah saya benar? Atau Salah? Hal yang paling menjijikkan bagi saya adalah ketika keluarga mempelai pria meminta keluarga pengantin untuk mas kawin, yang sebenarnya dilarang dalam Islam. Seperti yang kita semua tahu Islam tidak melarang seorang wanita dari bekerja. Ketika perempuan bekerja, apa pun dia mendapatkan itu miliknya. Dia bisa melakukan apa saja, dia ingin. Dia bisa memberikannya kepada seseorang, atau menghabiskan semuanya. Namun, jika dia ingin dia bisa menghabiskan ditahan rumahnya atau di anak-anaknya. Ada lebih dari itu! Tidak peduli betapa kaya istri, itu adalah tanggung jawab pria untuk mengurus istri dan anak-anak dengan pakaian, makanan tempat berlindung, dan dan untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Akhirnya, dalam kasus perceraian atau janda seorang wanita diberikan dukungan keuangan untuk periode waktu, jika ia memiliki anak dia juga diberikan dukungan anak seperti dikatakan di Qura'n.
Perempuan yang disebut sebagai "Mohsana" di Qura'n (tingkat benteng melawan setan). Seorang wanita menikahi pria itu dan terus dia di jalan yang benar. "Sahih Bukhari bab 8 ayat 7 hadits no 4. Nabi (saw) berkata, "siapa pun yang menikah melengkapi setengah dien". Ini berarti bahwa ia akan melindungi dirinya dari homoseksualitas yang mengarah ke dosa-dosa besar di dunia ini. Allah (swt) memberikan cinta dalam hati suami dan istri sebagai kata dalam Surat Rum ayat 30 pasal 21. "[21] Dan di antara tanda-tanda-Nya adalah ini, bahwa Dia menciptakan untukmu pasangan dari antara kamu, supaya kamu dapat tinggal dalam ketenangan dengan mereka, dan Dia telah menempatkan cinta dan kasih sayang antara Anda (hati): Sesungguhnya dalam yang Tanda bagi mereka yang berpikir ". Menurut pasal ayat Surah Nisa 4 21, pernikahan adalah perjanjian disucikan. "Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali apabila kamu telah bergaul kepada satu sama lain dan mereka telah mengambil dari kamu perjanjian yang serius?" Salah satunya adalah dilarang wanita mewarisi terhadap dirinya akan. Seorang wanita tidak menikah sehingga ia dapat diperlakukan sebagai budak, dia tidak menikah untuk menguasai, namun, sebagaimana disebutkan dalam hadis 7396 "Perempuan yang menikah dengan setara dengannya". Dalam Qura'n itu jelas menyebutkan bahwa suami dan istri memiliki hak yang sama, namun, manusia telah diberi satu skala yang lebih tinggi dalam kepemimpinan dalam keluarga (Satu gelar yang lebih tinggi dalam tanggung jawab tidak lebih tinggi di alam atau bentuk) sebagaimana disebutkan dalam Surat Baqrah bab 2 ayat 228. "Perempuan yang bercerai harus menunggu mengenai diri mereka sendiri selama tiga periode bulanan. Juga tidak halal bagi mereka untuk menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari terakhir. Dan suami mereka memiliki lebih baik hak untuk mengambil mereka kembali dalam periode itu, jika mereka ingin untuk rekonsiliasi. Dan perempuan harus memiliki hak yang sama terhadap hak-hak terhadap mereka, menurut apa yang adil, tetapi pria memiliki derajat (keuntungan) atas mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ". Hal ini juga disebutkan dalam Qura'n bahwa laki-laki adalah pelindung dan penjaga perempuan, di samping itu, jika seorang pria tidak seperti istrinya, dia masih harus menunjukkan kebaikan istrinya dan memberikan kasih sayang-Nya
ahlan wa sahlan di coretanku...mungkin banyak sekali kekurangannya....smoga bermanfaat...jangan bosan - bosan ya mampir....syukron...
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Desember 2011
Kamis, 22 Desember 2011
NASEHAT MAMAK
Wahai Puteriku .........
Putriku tercinta!!!
Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun.
Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan.
Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.
Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia.
Oleh karena itu dengarkanlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, yang belum pernah engkau dengar dari orang lain sebelumnya.
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral,
menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena
tumpul, dan mulut letih, tetapi kami tidak menghasilkan apa-apa.
Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin
bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan
pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum
tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu,
putriku!!! Kuncinya berada di tanganmu.
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam
lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan
berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki
tidak akan bertambah parah.
Engkaulah yang membuka pintu, kau
katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah
mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya
kemalingan.
Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis
kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang
dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak
dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang
sahabat.
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan
pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu
tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa
yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian
engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan
penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari
mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang
menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis,
keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang
dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu
selamanya.
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan
menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat
perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu.
Wahai Putriku.....
lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan,
maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak
nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki
itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu
untuk melamar.
Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita,
bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan
prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah
menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia
lelaki hidung belang, apabila ia akan menikah tidak akan memilih
wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik
karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya
adalah seorang wanita amoral.
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian
kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri,
akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak
mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga
sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini?
Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki
untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa
wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi
korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada
Allah, bila mereka tidak mau bertakwa, peringatkanlah mereka akan
akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu
penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan
kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis
remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda
mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah
keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia
ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah
menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat
itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan menaruh
simpati?
Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati
dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya,
saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya.
Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi
bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu?
Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah
akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian
tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk
Wahai Putriku...
menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut dikasihani. Bila
kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga
wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka
tidak menempuh jalan yang salah.
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis
mengembalikan wanita kini menjadi wanita berkepribadian muslimah
yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi
setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu
sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan
yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju keburukan
walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang
yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya
ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas
pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak
berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri
tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami
dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di
jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah,
berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia
lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya
sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita,
pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah
ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan
seks dari dalam jiwa mereka.
Wahai Putriku....
kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan
beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa
yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis,
jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan
yang alasannya, hak asasi, modernisasi, emansipasi dan kehidupan
kampus. , mereka sama sekali tidak peduli dengan
kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya
adalah seorang ayah dari empat orang gadis. Bila saya membela
kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian
bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.
Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan selain
memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan
bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat
ditemukan kembali.
Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau
menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah
kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan
kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun
lalu pergi menelantarkannya, persis seperti anjing meninggalkan
bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini
janganlah engkau percayai. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan
di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau
perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.
Putriku tercinta!!!
Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun.
Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan.
Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.
Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia.
Oleh karena itu dengarkanlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, yang belum pernah engkau dengar dari orang lain sebelumnya.
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral,
menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena
tumpul, dan mulut letih, tetapi kami tidak menghasilkan apa-apa.
Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin
bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan
pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum
tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu,
putriku!!! Kuncinya berada di tanganmu.
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam
lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan
berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki
tidak akan bertambah parah.
Engkaulah yang membuka pintu, kau
katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah
mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya
kemalingan.
Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis
kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang
dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak
dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang
sahabat.
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan
pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu
tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa
yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian
engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan
penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari
mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang
menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis,
keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang
dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu
selamanya.
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan
menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat
perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu.
Wahai Putriku.....
lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan,
maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak
nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki
itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu
untuk melamar.
Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita,
bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan
prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah
menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia
lelaki hidung belang, apabila ia akan menikah tidak akan memilih
wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik
karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya
adalah seorang wanita amoral.
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian
kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri,
akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak
mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga
sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini?
Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki
untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa
wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi
korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada
Allah, bila mereka tidak mau bertakwa, peringatkanlah mereka akan
akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu
penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan
kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis
remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda
mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah
keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia
ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah
menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat
itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan menaruh
simpati?
Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati
dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya,
saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya.
Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi
bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu?
Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah
akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian
tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk
Wahai Putriku...
menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut dikasihani. Bila
kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga
wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka
tidak menempuh jalan yang salah.
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis
mengembalikan wanita kini menjadi wanita berkepribadian muslimah
yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi
setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu
sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan
yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju keburukan
walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang
yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya
ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas
pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak
berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri
tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami
dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di
jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah,
berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia
lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya
sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita,
pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah
ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan
seks dari dalam jiwa mereka.
Wahai Putriku....
kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan
beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa
yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis,
jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan
yang alasannya, hak asasi, modernisasi, emansipasi dan kehidupan
kampus. , mereka sama sekali tidak peduli dengan
kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya
adalah seorang ayah dari empat orang gadis. Bila saya membela
kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian
bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.
Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan selain
memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan
bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat
ditemukan kembali.
Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau
menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah
kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan
kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun
lalu pergi menelantarkannya, persis seperti anjing meninggalkan
bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini
janganlah engkau percayai. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan
di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau
perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.
Minggu, 11 Desember 2011
untukmu ukhti...
Dear Ukhti………
apa kabar imanmu hari ini
semoga selalu menapak maju
apa kabar hatimu hari ini
semoga selalu bersih dari debu juga kelabu
... apa kabar cintamu hari ini
semoga selalu berpeluh rindu pada Nya...
Ukhti..
sungguh indah hidup setelah menikah
apa yang sebelumnya haram menjadi halal
semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya
suka duka dilalui berdua
senang sedih ada yang menemani
tawa tangis pun bersama
Ukhti..
menikah adalah setengah dien
dan ia menggenapkan dien menjadi satu
sungguh, menikah seperti melihat dunia lain yang tiada pernah
dikunjungi sebelumnya
apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah kini tidak lagi
seakan membuka mata kanan yang sebelumnya belum pernah dibuka
begitu luas, begitu indah, hingga Rasul pun menyunnahkan suatu
pernikahan ini
"bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah..."
Ukhti..
menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat
pernah ada yang berkata..
"saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu perjanjian
berat diucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis disana..tangis
suka, tangis duka..."
Allah menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat lagi Menatap
dan setiap undangan yang datang akan mendoakan pernikahan ini
Ukhti..yang sedang menanti "terkasih"
nanti-lah dengan sabar
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu
siapkan dirimu, hatimu..
sangat mudah bagiNya memberikan "terkasih" untukmu ataupun tidak
berharap dan mintalah padaNya..
pemilik alam raya dan pencipta "terkasih"mu
Ukhti..yang sedang menjelang akad
berdoa-lah selalu padaNya
penentu segalaNya...
mohon petunjukNya jika "terkasih" adalah yang terbaik untukmu
kemudahan, juga kelancaran dalam peristiwa besar nanti
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu..
siapkan dirimu, hatimu..
Ukhti..yang telah menikah
jagalah nikmatNya yang besar ini
hanya dengan izinNya dirimu dan "terkasih"mu bersatu, tiada yang lain
jadilah penyejuk hati dan pandangannya..
menjadi istri sholehah dambaan..
Kamis, 24 November 2011
WANITA SHOLEHAH, BIDADARI SYURGA TERINDAH
Pernahkah melihat seorang bidadari ? Bidadari yang bermata jeli. Yang kabarnya sangat indah dan jelita. Saya yakin kita semua belum pernah melihatnya. Kalau begitu mari kita ikuti percakapan antara Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha tentang sifat-sifat bidadari yang bermata jeli.
—-
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara dikedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, "Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada dibagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal didunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya disurga?”
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku didunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
—-
Sungguh indah perkataan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudaraku.
Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Disaat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.
Sebaik-baik perhiasan ialah wanita shalehah. Dan wanita shalehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang disekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya didalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.
Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan didalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita shalehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga disaat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.
Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang shalehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.
Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya diatas wajahmu dan memuliakanmu disurga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualitas dirimu, agar Allah ridha kepadamu
—-
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara dikedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, "Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada dibagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal didunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya disurga?”
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku didunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
—-
Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Disaat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.
Sebaik-baik perhiasan ialah wanita shalehah. Dan wanita shalehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang disekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya didalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.
Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan didalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita shalehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga disaat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.
Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang shalehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.
Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya diatas wajahmu dan memuliakanmu disurga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualitas dirimu, agar Allah ridha kepadamu
Langganan:
Postingan (Atom)